Zat pereduksi air polikarboksilat adalah salah satu bahan tambahan beton yang umum digunakan, yang dapat secara efektif meningkatkan kemampuan kerja beton, meningkatkan mutu beton, dan meningkatkan kapasitas penahan air beton. Penambahan monomer superplastisizer polikarboksilat ke dalam beton dapat secara efektif mengatur kemampuan alir dan kinerja retensi airnya, sehingga meningkatkan kemampuan kerja dan ketahanan terhadap retak.
Zat pengurang air polikarboksilat adalah bahan tambahan beton yang mengandung sejumlah besar rantai karbon dan gugus karboksil dalam struktur molekulnya. Rantai karbon ini memiliki sifat hidrofilik dan dapat menyerap serta mempertahankan keberadaan molekul air dalam beton, sehingga membentuk bubur semen koloid mikro yang terdispersi secara merata setelah beton mengeras. Dengan menyesuaikan derajat polimerisasi dan jumlah gugus hidrofilik dari superplastisizer polikarboksilat, kemampuan alir dan retensi air beton dapat ditingkatkan.
Penambahan monomer superplastisizer polikarboksilat dapat meningkatkan fluiditas beton dan meningkatkan plastisitasnya. Gugus karboksil dalam superplastisizer polikarboksilat dapat berikatan dengan ion Ca2+ yang dihasilkan oleh hidrasi dan pengerasan dalam beton, membentuk lapisan hidrasi hidrat, dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air, memungkinkan molekul air membentuk koloid cair dalam beton. Koloid cair ini dapat membasahi dan melumasi partikel beton, mengurangi kohesi antar partikel, sehingga meningkatkan fluiditas beton dan meningkatkan kemerosotan serta fluiditasnya.
Selain itu, penambahan monomer superplastisizer polikarboksilat dapat meningkatkan kinerja retensi air pada beton. Rantai karbon dalam superplastisizer polikarboksilat memiliki sifat hidrofilik dan dapat menyerap serta mempertahankan keberadaan molekul air. Dalam beton, superplastisizer polikarboksilat dapat mencegah penguapan molekul air, memperlambat hilangnya kelembapan di dalam beton, sehingga membuat beton memiliki kinerja retensi air yang lebih baik. Hal ini sangat penting untuk proses pengerasan beton. Mempertahankan kelembapan yang cukup dapat mendorong reaksi hidrasi semen, yang bermanfaat untuk pengembangan kekuatan awal dan peningkatan ketahanan retak pada beton.











